Showing posts with label Drama Korea Terbaru. Show all posts
Showing posts with label Drama Korea Terbaru. Show all posts

Wednesday, June 6, 2012

Time Slip Dr. Jin Episode 1 Subtitle Indonesia

Sinopsis Time Slip Dr. Jin 1
Time Slip Dr. Jin Episode 1 Subtitle Indonesia - Time Slip Dr. Jin menceritakan tentang Jin Hyuk seorang ahli bedah saraf jenius dengan sikap dingin yang parah dalam masalah berinteraksi dengan orang lain karena mengejar kesempurnaan kepribadiannya.

Melalui kekuatan misterius, Jin Hyuk menemukan dirinya kembali ke masa 150 tahun. Dia mulai mengobati orang pada masa itu, tetapi kurangnya peralatan yang diperlukan dan pengetahuan medis memaksa dia untuk mencari cara baru untuk membantu orang sakit.

Melalui proses yang menantang, Jin Hyuk akhirnya menjadi seorang dokter asli. Bagaimana selanjutnya tentang Sinopsis Time Slip Dr. Jin? Download saja Time Slip Dr. Jin episode 01.

Link download Time Slip Dr. Jin Episode 1 Subtitle Indonesia
Password subtitle : parkminyoung


Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 1


Oke sekian dulu, jika banyak yang download akan saya lanjutkan ke Time Slip Dr. Jin Episode 2 Subtitle Indonesia, Time Slip Dr. Jin Episode 3 Subtitle Indonesia, Time Slip Dr. Jin Episode 4 Subtitle Indonesia karena memang sudah sampai episode 4.

Profil Biodata Foto Jung il Woo

Profil Foto Jung il Pemeran Song Yi Soo 49 Days - Sepertinya sekarang ini Drama Korea 49 Days lagi nge trend padahal sebenarnya sudah tamat. Ost 49 Days pun juga sudah bisa di download. Oleh karena itu saya akan share Profil Biodata Foto Jung il Woo yang menjadi aktor di dalam Drama Tersebut.

Profil Jung il Woo 49 Days


Nama: 정일우/ Jung Il Woo
Profesi: Aktor dan model
Tanggal lahir: 9 September 1987
Tempat lahir: Seoul Korea Selatan
Kebangsaan: Republik Korea
Tinggi: 183cm
Berat: 63kg
Zodiak: Virgo
Keluarga: Ayah, ibu dan seorang kakak perempuan yang umurnya 5 tahun lebih tua dari Il Woo
Periode aktif: 2006 - sekarang
Agensi: N.O.A Entertainment
Official website: http://noakorea.asia/star/jiwoo/
Twitter: http://twitter.com/J_frog

Jung Il Woo merupakan aktor muda Korea yang lahir pada tanggal 9 September 1987 di Seoul, Korea Selatan. Il Woo adalah anak bungsu dari dua bersaudara, dia mempunyai seorang kakak perempuan yang beda usia 5 tahun dengan dirinya. Sejak kecil Il Woo berteman baik dengan aktor Lee Min Ho yang terkenal dengan perannya sebagai Goo Jun Pyo di drama “Boys Before Flowers”.

Hal ini dikarenakan mereka berasal dari tempat yang sama. Saat duduk di bangku SMU, Il Woo dan Min Ho sangat terkenal karena wajah mereka yang ganteng. Meski demikian, ternyata Il Woo lebih dulu memulai debutnya di dunia hiburan dibandingkan sahabatnya itu. Walaupun saat ini Min Ho lebih populer daripada Il Woo (tenang, dia lagi ‘on going to the top’ kok), tapi tetap saja Min Ho sering meminta pendapat Il Woo untuk aktingnya dan mereka tetap berteman baik sampai saat ini malah bisa dibilang sebagai teman sehidup semati gara-gara mereka pernah mengalami kecelakaan bersama di tahun 2006.



Foto Foto Jung il Woo

Il Woo pernah menjadi model untuk Nike, Nix, Samsung dan lain-lain. Untuk majalah, dia sudah berpose di Elle, Vogue, Cosmopolitan, Marie Claire dan beberapa majalah fashion ternama lainnya. Il Woo juga sempat menjadi model video klip dari penyanyi Goo Jung Hyun dan pernah menjadi bintang tamu untuk sejumlah program acara di radio. Belum lama ini Il Woo dinobatkan sebagai duta Jeonju International Film Festival ke-12 bersama aktris Kim So Eun tahun 2011 ini.

Sekian informasi mengenai Profil Biodata Foto Jung il Woo semoga dapat membantu para korean lovers dalam mencari informasi.

Sunday, April 22, 2012

Sinopsis Rooftop Prince Episode 1

Sinopsis Rooftop Prince Episode 1 - Di suatu malam ada seekor kucing di atas atap yang sedang memandang ke bawah saat seorang pria yang memakai baju kasim berlari menyeberangi halaman. Putra Mahkota Lee Gak (Micky Yoochun) terbangun dan melihat ke sebelahnya, tapi tidak ada seorangpun disana. Ia minum kemudian memanggil apakah ada orang diluar, tapi tidak seorangpun yang menjawab.
Seorang kasim berlari dan Lee Gak mendengar bunyi langkahnya. Lee Gak keluar dan bertanya apa yang terjadi. Dengan gemetar kasim, “Yang Mulia, Putri Mahkota…..” Lee Gak menyuruhnya berbicara dan kemudian berlari keluar. Ia terus berlari seperti orang gila menuju ke kolam.

Lee Gak berhenti dan melihat tubuh yang mengambang dengan wajah dibawah. Ia maju beberapa langkah dan mulai menangis. Ia memanggil nama Putri Mahkota dan terus menuju ke arahnya. Para penjaga menahannya. Lee Gak pun berteriak menyuruh mereka melepaskannya. Ia terus memanggil istrinya dan bertanya apa yang telah terjadi.

Kamera berubah dari tubuh putri yang mengambang ke tubuh seorang pria yang mirip dengan Lee Gak yang juga mengambang di lautan. Pria itu bernama Yong Tae Yong. Flashback. Lee Gak kecil duduk bersama ayahnya juga para menteri. Raja bertanya gadis macam apa yang di inginkannya sebagai istri. Lee Gak: “Aku ingin gadis yang cantik, jadi aku akan selalu ingin melihatnya setiap hari.” Raja dan para menteri tertawa.


Hwa Young (Sena dimasa lalu, Kim So Hyun) sedang bercermin ketika adiknya Bo Young (Park Ha dimasa lalu) masuk dan memberitahu kakaknya kalau Raja memerintahkan pemilihan Putri Mahkota dan ayahnya terpilih menjadi ayah mertua putra Mahkota dan banyak orang sudah mengirimkan hadiah pada mereka. Hwa Young berpikir kalau salah satu dari mereka akan terpilih. Tapi Bo Young berpikir kalau kakaknya lah yang bakal terpilih. Ia sangat senang memikirkan kakaknya akan jadi Putri Mahkota sehingga ia bisa melihat istana. (bengawanseoul.com)Hwa Young terlihat senang dan berjanji jika ia menjadi Putri Mahkota , maka ia akan mengundangnya ke istana setiap hari, memberinya makanan mewah dan baju yang bagus. Bo Young bertanya-tanya bagaimana wajah putra mahkota.

Sinopsis Rooftop Prince Episode 1

Kedua gadis itu kemudian duduk bersama ayah dan ibunya. Ayah memberitahu mereka kalau keluarga mereka terpilih, jadi salah satu dari mereka akan jadi Putri Mahkota. Ibu menyuruh Hwa Young untuk berhati-hati sampai seleksi final selesai, bahkan ketika minum ataupun berjalan. Karena kehormatan keluarga semua tergantung pada dirinya.
Mereka semua kaget ketika ayah memilih Bo Young untuk mengikuti pemilihan itu. Ibu kaget dan bertanya kenapa Bo Young. Ayah menjelaskan kalau Bo Younglah yang lebih sesuai dengan kriteria Putra Mahkota. Hwa Young menangis karena kecewa. Ayah menyuruhnya untuk membantu adiknya mempersiapkan diri. Dengan airmata berlinang, ia menyanggupinya, sedangan Bo Young merasa khawatir dan merasa bersalah.

Di masa kini, Park Ha kecil duduk bersama ayahnya sedangkan Sena datang bersama ibunya. Ibu berkata kalau mereka akan hidup bersama dan menyuruh Park Ha untuk memanggil Sena, unni.
Dimasa kini, Sena dan Park Ha tidak berhubungan darah, sedangkan dimasa lalu mereka saudara kandung.


Ibu memukul kaki Sena karena tidak menjaga adiknya dengan baik sehingga pipi Park Ha terluka bakar. Ayah bersyukur kalau rumah mereka tidak jadi terbakar dan heran kenapa anak-anak mencoba memasak ramen sendiri. (bengawanseoul.com)Ayah kemudian berteriak pada Park Ha supaya tidak menyentuh kompor gas lagi, jika tidak ia akan mendapat masalah. Ibu memukul Sena lagi.
Kedua gadis itu kemudian berada di sebuah minimarket dimana Sena memasukkan beberapa barang ke dalam tas adiknya. Mereka tertangkap oleh pemilik toko. Pemilik toko itu menyuruh Sena untuk membuka tas adiknya.Sena menolak tapi pemilik toko memaksa dan mengeluarkan barang-barang curian itu. Sena kemudian memarahi adiknya dan menuduhnya mencuri, sedangkan Park Ha berkeras kalau ia tidak melakukan itu. Ia terus menuduhnya dan berteriak padanya, sedangkan Park Ha menangis sambil berkata kalau ia tidak melakukannya.

Di toko lain, Sena melakukannya lagi, tapi kali ini ayahnya melihat semuanya. Ia pun memukul kaki Sena dan menyuruhnya untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi.

Sena meninggalkan Park Ha kecil di belakang mobil truk. Ia membukanya dan melihat adiknya tertidur. Ketika pemilik truk menyalakan mesin, ia ingin memanggil adiknya, tapi mengurungkan niatnya, kemudian melemparkan susu dan menutupnya kembali. Sena memandang truk yang berjalan menjauh. Park Ha bangun dan melihat ada susu didekatnya. Ia teringat kalau kakaknya menyuruhnya tinggal ketika ia membeli susu. Ia pun memanggil kakaknya, tapi Sena hanya memandangnya kemudian berbalik pergi.

Dimasa lalu, Bo Young sedang didandani oleh ibunya. Ibunya tidak puas dan menyuruhnya berganti pakaian. Sedangkan Hwa Young memandang dengan iri. Ibu bertanya pada Hwa Young pita apa yang sebaiknya dipakai adiknya. Hwa Young memilih pita berwarna oranye, tapi Ibu menyuruhnya mengambil pita yang dihadiahkan padanya musim gugur yang lalu. Bo Young berkata pada ibunya kalau pita itu milik kakaknya dan pita yang dipilih kakaknya sudah cukup bagus. Tapi ibu berkata tidak karena putra Mahkota menginginkan gadis yang cantik. Ibu menambahkan kalau ia harus terlihat secantik mungkin.

Bo Young pergi kekamar kakaknya dimana Hwa Young sedang menyetrika. Bo Young mengajaknya makan persimon kering. Hwa Young berkata kalau ia ingin menyetrika rok adiknya. Bo Young berterimakasih dan bertanya apa kakaknya marah karena ia memakai pitanya. Hwa Young berbohong kalau ia tidak apa-apa. Ia terus melihat setrikanya dan mengukur ke pipinya sendiri. Ia terus memanaskan setrika itu. Kelihatannya ia punya maksud buruk. Hwa Young menambahkan kalau besok ayahnya akan memasukkan namanya. Ia mendesah kalau hari berjalan begitu cepat. Bo Young berkata kalau ia sedih karena mereka harus segera berpisah. Ia berjanji akan mengundangnya ke istana setiap hari dan berbagi hal-hal yang baik (makanan dan pakaian).
Bo Young berusaha menyuapkan persimmon itu ke mulut kakaknya dan menyuruhnya makan sambil menyetrika. Hwa Young menyuruhnya makan terlebih dahulu. (bengawanseoul.com)Mereka pun berdebat sebentar. Hwa Young kesal dan mendorong adiknya yang membuat persimmon itu jatuh ke lantai. Hwa Young mengambilnya dengan masih membawa setrika. Ia kemudian berpura-pura tersandung roknya sehingga terjatuh yang membuat setrika itu mengenai pipi Bo Young. Bo Young pun berteriak.

Sinopsis Rooftop Prince 1

Melihat hal ini, ayah menjadi marah dan bertanya bagaimana ini bisa terjadi. Ia menyalahkan istrinya. Ibu bingung apa yang harus mereka lakukan karena luka itu akan terus ada dipipinya sepanjang hidupnya. Ayah menyuruhnya diam. Ia berkata kalau ia akan memasukkan nama Hwa Young untuk menggantikan Bo Young

Hwa Young menikah dengan Lee Gak sedangkan Bo Young melihat dari rumahnya dengan wajah yang ditutupi cadar dan menangisnya. Di pipinya terdapat luka bakar yang besar. Hwa Young terlihat sangat bahagia. Beberapa tahun kemudian, Bo Young dewasa (Han Ji Min) sedang menyulam mawar dan kupu-kupu. Wajahnya tetap ditutupi cadar.

Hwa Young dewasa (Jung Yumi) memamerkan sulaman adiknya dan mengaku kalau itu sulamannya. Bo Young hanya bisa melirik kakaknya. Lee Gak berkata kalau sulaman Hwa Young sangat bagus sampai-sampai kupu-kupu pun tertipu. Ia kemudian membaca sebuah puisi kemudian menyuruh Hwa Young meneruskannya. Hwa Young tidak bisa kemudian melirik adiknya, jadi Bo Young kemudian meneruskan puisi tersebut.

Lee Gak pun mengalihkan perhatiannya pada Bo Young dan mereka pun saling berbalas puisi. Mereka pun kemudian mengobrol dan saling menggoda. Hwa Young cemburu dan berjalan mendekati Lee Gak . Ia berkata kalau ia ingin melihat bunga yang sedang mekar di dekat kolam Bu Yong. Lee Gak pun menyuruh semua orang untuk pergi kesana.

Saat mereka berjalan, Hwa Young mulai berbicara tentang bunga di sebelah sana, tapi Lee Gak memandang Bo Young dan berkata kalau ia membuat teka-teki untuknya. Teka-teki itu cukup sulit sehingga ia tidak akan mudah mendapatkan jawabannya. Jika ia bisa menjawab dalam dua hari, maka ia akan memberi hadiah yang besar. Teka-teki itu adalah, “Apa yang mati ketika ia hidup dan hidup ketika ia mati. Lee Gak mengulangnya kemudian bertanya apakah Hwa Young tahu teka-teki itu. Hwa Young menjawab kalau ia tidak tahu. Mereka tersenyum satu sama lain sedangkan Bu Young memandang mereka dengan pandangan sedih.

Lee Gak menyuruh agar menutupi tubuh Putri Mahkota ketika mengangkatnya untuk menjaga kehormatannya. Ia melarang seorangpun memasuki kamar mereka dan meminta kamar itu dijaga. Ia juga tidak menginginkan ada sebuah cangkir atau piringpun disentuh. Ia mulai menangis dan bertanya-tanya siapa orang yang ingin mengambil nyawa Putri Mahkota. Ia bersumpah akan menemukan pembunuhnya dan mencabik badannya, sedangkan orang yang membantu pembunuhan itu juga akan dihukum.
Seluruh pejabat berduka dan ada rakit yang dibuat untuk mengambil tubuhnya.

Lee Gak menangis sambil melihat sulaman kupu-kupu. Airmatanya membuat kupu-kupu itu hidup dan terbang. Dimasa kini di New York, Tae Yong (Micky Yoochun) berusaha memegang seekor kupu-kupu dan melihat Park Ha sedang menjual buah-buahan. Ia tertawa ketika melihat kupu-kupu itu mendarat di bahu Park Ha. Ia segera membuat gambar sketsanya. Beberapa anak kecil mencuri buah yang dijual Park Ha. Park Ha langsung meneriaki mereka sambil melemparkan apel pada mereka, sayangnya apel itu malah mengenai kepala Tae Yong dan membuatnya jatuh terjengkang.


Tae Mu (Lee Tae Sung) datang dan bertanya apakah Tae Yong baik-baik saja. Park Ha langsung mendekati Tae Yong dan bertanya apa ia baik-baik saja. Ia mendengar Tae Mu berbicara dengan bahasa Korea dan bertanya apakah mereka orang Korea. Tae Mu membenarkan. Park Ha minta maaf. Tae Mu menunjuk kalau anak-anak mencuri buah-buahannya, Park Ha pun langsung berlari mengejar mereka. Tae Mu bertanya sekali lagi apakah Tae yong baik-baik saja. Tae Yong tidak apa-apa dan bertanya kenapa kakaknya terlambat.

Tae Mu dan Tae Yong sedang minum di sebuah bar. Tae Mu berkata kalau ia membutuhkan waktu dua jam untuk keluar dari bandara. Tae Yong bertanya tentang keadaan neneknya. Tae Mu hanya menjawab jika ia tidak membuat hidup neneknya sulit, maka ia akan baik-baik saja. Mereka kemudian melihat Park Ha bekerja sebagai pelayan disana. (bengawanseoul.com)Tae Mu menunjuknya dan menyebutnya gadis apel. Tae Yong kemudian menunjukkan gambar sketsanya. Tae Mu heran dan bertanya apa ia mengenalnya. Tae Yong berkata kalau ia tidak mengenalnya, tapi ia melihatnya ketika menunggu Tae Mu dan berpikir kalau ia cantik, Tae Mu tersenyum dan berkata kalau ini pertama kalinya Tae Yong menyebut seorang gadis cantik.
Tae Mu sedang mencuci tangannya dan secara tidak sengaja mendengar kalau teman kerja Park Ha bertanya apa besok ia libur untuk menonton film. Park Ha berkata kalau ia menukar shiftnya dengan orang lain jadi besok lagi ia baru bisa libur. Tae Mu kembali menemui Tae Yong dan berkata kalau besok gadis apel akan libur dan menyuruh Tae Yong untuk menemuinya. Tae Yong heran bagaimana kakaknya bisa tahu, Tae Mu hanya menjawab kalau ia berpengalaman. Tae Mu melihat Park Ha datang dan mendesak adiknya untuk mengajak Park Ha pergi, tapi Tae Yong tidak berani dan berkata kalau ia menyewa sebuah yatch untuk membuat sketsa pelabuhan New York. Ia kemudian mengundang Tae Mu untuk ikut.

Park Ha mendapat telpon kemudian memberitahu rekan kerjanya kalau ia akan pergi ke Korea. Rekan kerjanya bertanya apakah ia sudah menemukan ayahnya. Park Ha membenarkan dan ia baru saja mendapatkan telpon dari Korea.

Tae Mu sedang mengemudikan kapal, kemudian mendapat telpon dari nenek. Ia mencoba memberikan telpon itu pada Tae Yong, tapi Tae Yong menolaknya dan berkata kalau nanti ia akan menelpon. Tae Mu heran kenapa Tae Yong tidak mau menerimanya. Tae Yong memukul tangan Tae Mu sehingga telpon itu jatuh.

Tae Mu menjadi marah dan berkata kalau nenek menyuruhnya menyeretnya pulang. Tae Yong menyuruhnya berbohong kalau ia tidak menemukannya. (bengawanseoul.com)Tae Mu memberitahunya kalau nenek, tidak, ia kemudian mengkoreksinya dan menyebutnya Presdir ingin pensiun. Tae Yong heran kenapa neneknya ingin memberikan perusahaan padanya padahal ia tidak bisa menjalankannya, lagipula ada paman dan Tae Mu.
Tae Mu menjawab kalau Presdir berkata kalau perusahaan ini milik keluarga Tae Yong, bukan ayah maupun dirinya. Tae Yong menjawab kalau mereka keluarga. Tae Mu menyahut kalau hubungan keluarga mereka hanyalah setengah. Presdir bukan neneknya dan selama ini ayahnya selalu menjadi duri bagi Presdir karena ia hanyalah anak hasil selingkuh kakek mereka. Tae Yong tidak ingin Tae Mu mengatakan hal itu. Tae Mu menyuruhnya untuk tidak membuatnya mengatakan hal itu dan ia harus naik pesawat selama 14 jam untuk melaksanakan perintah Presdir.

Tae Yong menyuruhnya berhenti. Tae Mu memukulnya dan kepala Tae Yong mengenai pinggir kapal kemudian terjatuh ke laut. Tae Mu kaget dan ingin menolongnya, tapi ada sesuatu yang terbersit di kepalanya. Ia pun mengurungkan niatnya dan segera menghapus sidik jarinya di alat kemudi kemudian meletakkan barang kembali ke tempatnya. Ia juga mebuang ponsel Tae Yong karena ada foto mereka berdua. Tae Mu kemudian berenang menuju pantai.

Tae Mu kembali ke Korea dan Sena (Jung Yumi) menjemputnya. Dibelakang mereka Park Ha juga kembali ke Korea.
Didalam mobil, Tae Mu memeluk Sena. Sena bertanya kenapa ia tiba-tiba begini, tapi Tae Mu menyuruhnya untuk diam.

Nenek mendengar kalau Tae Yong hilang. Nenek bertanya apa maksudnya dan Tae Mu berkata kalau ini belum bisa disebut hilang. Ayah Tae Mu menjelaskan kalau Tae Mu menganggapnya hilang karena ia tidak berhasil mengontaknya selama 5 hari ketika di New York, jadi lebih baik melaporkannya ke polisi di New York. Seseorang bertanya apa Tae Mu tidak menelponnya ketika ia akan pergi ke New York. Tae Mu menjawab kalau ia menelponnya, tapi Tae Yong tidak muncul dan semua kawannya tidak tahu keberadaannya. Nenek menjadi khawatir. Tapi pria itu berkata kalau ia akan mengirim seseorang ke Amerika untuk menyelidiki keberadaannya. Tae Mu terlihat sedikit gugup.
Park Ha sedang berada di kantor polisi dan seorang polisi bertanya apakah ia Park Ha yang datang dari Amerika. Ia berkata kalau tes DNA mereka sesuai. Park Ha bertanya dimana ayahnya sekarang. Polisi itu berkata kalau ia tidak bisa menghubungi ayahnya. Park Ha bertanya apa ayahnya menghindarinya dan mencoba untuk tidak bertemu dengannya. Polisi itu tidak berpikiran demikian karena ayahnya mencari putrinya yang hilang dan memasukkan datanya ke database DNA, jadi jelas-jelas ayahnya ingin bertemu dengannya. Park Ha bingung kenapa jadi begini.

Park Ha pergi ke upacara pemakaman ayahnya dan menangis.
Sena dimarahi ibunya karena tidak datang ke upacara pemakaman lebih awal. Sena beralasan kalau ia punya urusan yang penting. Ibunya heran jika ia bekerja begitu keras di kantor, kenapa tidak ada temannya yang datang. Sena berkata kalau marganya Hong sedangkan ayahnya Park, jadi ia tidak ingin temannya datang dan tahu kalau ia hanya anak tiri. Mereka masuk dan Sena melihat Park Ha yang sedang menangis. Sena bertanya siapa gadis yang mengis itu. Sena kemudian mengenalnya dan bertanya pada ibunya lagi. Ibu bertanya apa ia tidak mengenalnya, gadis itu adalah Park Ha. Sena langsung teringat ketika ia membiarkan Park Ha terbawa mobil truk

Park Ha keluar dengan memakai baju hitam. Ibu berkata karena sekarang mereka berkabung, ini bukan saat yang tepat untuk bergembira karena telah menemukannya setelah menghilang selama 15 tahun. Mereka akan membicarakan semuanya setelah pemakaman. Ibu heran, karena saat itu Park Ha sudah berumur 9 tahun jadi seharusnya ia sudah tahu nama ayah dan alamat rumah, kenapa ia bisa hilang.
Park Ha menunjukkan sebuah luka dikepalanya. Ia mendapatkan kecelakaan , yang ia bisa ingat hanyalah ia tinggal lama di rumah sakit . Ibu mengerti. Ia kemudian bercerita, saat itu ia dan ayahnya sudah berpikir yang bukan-bukan, karena Park Ha tidak ingat apapun, pantas saja mereka tidak bisa menemukannya. Sena sedikit gelisah.
Ibu menyuruh Park Ha untuk membantunya mengurus tamu, Sena yang khawatir kalau Park Ha ingat kalau dirinyalah yang membiarkan Park Ha hilang memastikan kalau Park Ha tidak ingat apa-apa.


Dimasa lalu, Raja sedang bertemu dengan Lee Gak dan para menterinya. Lee Gak berkeras kalau Putri Mahkota dibunuh. Mereka bingung apa alasan membunuh Putri Mahkota. Lee Gak berkeras kalau mereka harus menemukan alasannya.
Ayah Hwa Young berkata kalau Hwa Young punya kebiasaan berjalan keliling istana ketika ia tidak bisa tidur. Itu adalah kecelakaan, mungkin saja ia terpeleset dan meninggal. Lee Gak berkata kalau itu tidak mungkin, jika ia berjalan dimalam hari, maka dayang-dayangnya pasti menemaninya, jika ia terjatuh, kenapa mereka tidak menolongnya.

Seorang polisi berkata kalau mereka sudah menemukan dayang yang melayaninya malam itu. Dayang itu bersembunyi sehingga mereka harus menangkapnya. Dayang itu bercerita kalau malam itu Hwa Young tidak bisa tidur, jadi ia berjalan-jalan seperti biasa, tiba-tiba perhatian dayang itu teralihkan dan ketika ia kembali Hwa Young terlanjur meninggal. Karena takut, ia kemudian melarikan diri dari istana. Raja berkata kalau dayang itu harus dihukum mati, tapi polisi melapor kalau dayang itu sudah meninggal. Ia melarikan diri dan terkena pedang para polisi. Ayah Hwa Young berkata kalau dayang itu sudah mendapatkan hukuman setimpal dan ia ingin menutup penyelidikan kasus ini serta mulai mengadakan upacara penguburan. Raja setuju dan kelihatannya ia sedang tidak sehat.
Ayah Hwa Young kelihatan mencurigakan karena ia begitu tenang padahal putrinya baru saja dibunuh. Raja juga begitu mudah melepaskan kasus ini sehingga Lee Gak harus mengumpulkan orang-orangnya sendiri untuk menyelidiki kasus ini.

Man Bo sedang minum di sebuah rumah minum. Dengan sengaja ia memegang pantat seseorang. Ternyata itu pantat seorang pria yang segera menghajarnya. Suara Lee Gak menjelaskan tentang Song Man Bo. Ia berumur 22 tahun. Ia adalah anak haram sehingga tidak bisa menjadi pejabat pemerintahan, tapi ia pandai dan tidak pernah melupakan semua informasi yang didapatnya. Lee Gak mendaftar semua hal yang Man Bo tahu dan bertanya apa ada hal yang tidak ia ketahui? Lee Gak menambahkan kalau Man Bo berhasil memecahkan kasus pembunuhan tahun lalu, ia juga memberitahunya kalau kalau ini juga ada kasus pembunuhan.

Suara Lee Gak kemudian menjelaskan tentang Woo Yong Sul saat Yong Sul akan dipenggal. Yong Sul sudah membunuh orang yang membunuh ibu dan memperkosa adiknya. Ia juga membunuh 7 orang pengawal pria itu dan 9 orang yang mengejarnya. Lee Gak bertanya kenapa Yong Sul belajar menggunakan pedang. Yong Sul menjawab kalau ia belajar pedang untuk melindungi rakyat dan negara. Lee Gak menyuruhnya untuk melindunginya.

Suara Lee Gak kemudian menjelaskan tentang Do Chi San. Chi San berpakaian wanita dan sedang mengintip seorang pria dikamar mandi. Chi San mendekati Lee Gak dan menghormat. Chi San menjadi kasim sejak ia masih kecil. Ia diusir karena terlalu akrab dengan para dayang. Sebagai bagian dari gisaeng, Chi San tahu apa yang terjadi antara pria dan wanita dan tahu apapun yang terjadi dimana saja bahkan dalam kamar istana. (bengawanseoul.com)Lee Gak bertanya apa ada hal yang tidak diketahuinya. Apa isi rumor tersebut? Apakah kematian Putri karena kecelakaan ataukah pembunuhan?

Lee Gak memberikan tugas masing-masing orang sesuai dengan keahliannya. Man Bo menjadi gurunya. Yong Sul harus menjadi pengawalnya sedangkan Chi San menjadi kasimnya. Keempatnya berjalan ke kamar Lee Gak.

Ia memberitahu mereka kalau malam itu ia minum bersama Hwa Young. Sebelumnya, Bo Young datang karena ia tahu jawaban teka-tekinya. Bo Young menjawab dengan benar dan setelah ia pergi, ia minum satu gelas anggur dan tertidur. Ketika ia terbangun, ia tidak melihat Putri.

Lee Gak melihat ke dalam air. Man Bo datang dan berkata kalau Putri telah diracuni (dalam bayangan ia berjalan mengikuti putri). Putri berjalan ke kolam, dan ketika racun itu mulai berefek dan menyebar ke dalam tubuhnya, ia pun terjatuh ke kolam.

Yong Sul berkata kalau ia sudah mencari pria yang menjual racun, tapi ia sudah meninggal. Racun yang dijualnya biasanya sianida. Lee Gak, “Sianida. Racun bubuk putih.” Man Bo berpikir kalau racun itu diletakkan pada buah persimmon kering. Bubuk putih pada persimmon akan sulit dideteksi sebagai racun hanya dengan pandangan mata. Lee Gak bertanya apa mereka menaburkan racun itu pada persimmon kering. Chi San berlari dan Lee Gak menyuruhnya segera mengatakan apa yang diketahuinya.

Chi San mendengar kalau orang-orang membicarakan tentang kematian putri, mereka juga membicarakan tentang racun. Putri tidak meninggal karena kecelakaan. Chi San melaporkan kalau ada saksi mata malam itu, yang mungkin melihat putri, ia menambahkan kalau ia sudah menemukan saksi mata tersebut. Lee Gak pun mengajak mereka pergi ke sana. Mereka berempat berlari. Kepala kura-kura berputar, kemudian mereka naik kuda. Ketika mereka melewati hutan, Lee Gak bertanya apa Chi San yakin kalau ini tempatnya. Chi San membenarkan. Tiba-tiba ada panah yang melayang dan hampir mengenai Lee Gak. Para pembunuhpun muncul. Yong Sul melindungi Lee Gak. Mereka naik ke atas tebing. Semua panah yang menuju mereka meleset.

Mereka melompat dari atas tebing dan berharap bisa mendarat di tebing yang berseberangan. Tiba-tiba bulan menjadi gelap kemudian terjadi gerhana dan mereka masuk ke awan yang gelap. Dimasa kini, Sena muncul dipasar dan melihat adik dan ibunya sedang mengobrol. Ibu memuji Park Ha karena bisa membuka toko dalam jangka waktu dua tahun. Park Ha mencoba merendahkan dirinya. Sena berkata seharusnya ibunya istirahat dirumah jika kaki dan tangannya patah. Ibu bertanya apa Sena melakukan sesuatu untuknya ketika kaki dan tangannya patah. Park Ha meminta Sena untuk menelponnya jika ia sibuk, jadi ia bisa mengantarkan ibu pulang. Sena kemudian membantu ibunya berdiri dan menyuruhnya bergegas karena hari ini ia capek. Merekapun mengucapkan selamat tinggal dan Sena memapah ibunya dengan tidak sabar. Park Ha hanya memandangnya dengan tersenyum.

Park Ha pulang ke rumah dan minum segelas air. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang aneh dan memandang rumahnya. Tiba-tiba ia melihat empat pria duduk didalam rumahnya dan masih ada sinar bulan di tubuh mereka. Ia kaget, kemudian menjatuhkan gelasnya dan bertanya, “Siapa kalian?”

Yong Sul, Man Bo dan Chi San langsung melindungi Lee Gak. Park Ha mengambil wajan dan mengarahkan pada mereka sambil bertanya, “ Siapa kalian?”

Friday, April 20, 2012

Sinopsis Rooftop Prince Episode 8

Sinopsis Rooftop Prince Episode 8 - Park Ha dan keempat pria yang lain pulang ke rumah baru mereka. Mereka berlima kagum melihat rumah atap itu berubah menjadi bagus. Mereka pun mengambil foto untuk kenang-kenangan. Lee Gak bertanya apa mereka menyukai rumah itu, mereka menjawab kalau rumah ini sangat mewah. Mereka kemudian pergi berbelanja untuk pesta rumah baru. Mereka berbelanja banyak sayuran sedangkan Lee Gak memasukkan banyak yogurt ke dalam keranjang belanjaan mereka, ia kemudian mengeluarkan kartu kreditnya untuk membayar semuanya.

Yong Sul, Chi San dan Man Bo sedang melihat sekotak gula kubus. Man Bo membaca di kemasannya dan ada tulisan “gak” yang artinya kubus, ia kemudian menatap Lee Gak, karena namanya sama dan kemudian memasukkan beberapa kotak kekeranjang belanjaan. Mungkin mereka ingin memakannya untuk menyalurkan emosi mereka seperti saat mereka makan permen Park Ha.

Lee Gak melihat biji bunga teratai kemudian teringat nama Park Ha yang sebenarnya, Boo Young. Park Ha mendekatinya dan melihat ikan dalam akuarium. Ia berkata kalau salah satu ikan itu mirip dengan Lee Gak. Lee Gak melihatnya juga dan berkata menunjuk ke beberapa ikan dan berkata kalau ikan tersebut mirip dengan Chi San, Man Bo dan Yong Sul. Park Ha menunggu Lee Gak menunjuk ikan yang mirip dirinya, tapi Lee Gak malah mengambil biji dan berkata kalau biji itu mirip Park Ha. Park Ha langsung cemberut.  Lee Gak membeli ikan-ikan itu. Nenek sedang bersama bibi. Bibi memuji kalau Sena adalah sekretaris yang hebat. Sena memberitahu mereka kalau Tae Yong akan kembali ke rumah atap dan bertanya apakah ia harus menyiapkan pesta pindah rumah yang sederhana. Tae Mu mengusulkan supaya ia memasak kepiting,  karena itu adalah makanan favorit Tae Yong. Nenek setuju. Sena memandang Tae Mu yang terlihat puas.

Tae Mu dan Lee Gak bermain squash. Lee Gak tidak bisa memainkannya dan selalu terkena pukulan bola. Lee Gak bertanya, bukankah Tae Mu akan mengajarinya bermain, kenapa ia memukul begitu keras. Tae Mu, “Orang bisa kehilangan ingatan, tapi tubuh tidak akan lupa. Aku belum pernah mengalahkanmu dalam squash. Aku tidak percaya kalau kau adalah Tae Yong.”
Di rumah atap, Park Ha sedang memasak dan Sena melayani nenek, bibi dan ayah Tae Mu. Bibi terlihat menyukai Sena dan berkata jika ia punya seorang putra, maka ia akan menjodohkannya dengan Sena. Ayah Tae Mu terlihat tidak senang.

Tae Mu dan Lee Gak datang. Mereka pun mulai makan dan Sena menghidangkan kepiting. Nenek menyuruh Lee Gak makan banyak, karena sudah lama ia tidak makan kepiting. Lee Gak hanya memandanginya. Park Ha terlihat khawatir dan teringat kalau Lee Gak pernah hampir mati karena memakannya. Tae Mu kemudian mengambilkannya dan menyuruhnya untuk memakannya. Lee Gak tidak punya pilihan lain dan mulai memakannya. Ia berkomentar kalau kepiting itu enak, sedangkan Park Ha terlihat khawatir. Tae Mu terlihat kecewa.

Park Ha pergi keluar untuk mencari Lee Gak dan ia melihatnya kesusahan bernapas. Ia pun segera menghampirinya. Disaat yang sama Sena juga keluar untuk mencari Lee Gak.

Park Ha menyuruhnya untuk bernapas. Ketika Sena turun, ia melihat kalau Park Ha dan Lee Gak berciuman, padahal sebenarnya Park Ha sedang melakukan pernapasan mulut ke mulut. Sena pun naik ke atas lagi.

Sinopsis Rooftop Prince Episode 8

Ketiga pria yang lain sedang berada ditempat Becky dan Mimi. Mereka sedang bermain Go Stop. Man Bo sangat pandai memainkannya sehingga ia mendapatkan 2,4 dollar perorang.
Park Ha dan Lee Gak keluar dari sebuah klinik. Lee Gak sudah mendapatkan suntikan anti alergi dan sekarang sudah lebih baik. Lee Gak, “Jika ini Joseon, maka aku mungkin sudah mati….” Lee Gak kemudian mengajak Park Ha segera pulang karena di rumah, tamu mereka sudah menunggu. Tapi Park Ha hanya menatapnya dengan tatapan menuduh, “Apa tujuanmu? Kau bukan Tae Yong kan? Siapa kau sebenarnya?”
Nenek ingin pulang dan beristirahat, tapi Tae Yong malah menghilang. Ayah Tae Mu langsung  mengkritiknya. Sena berkata kalau Tae Yong sedang bersama Park Ha kemudian menawarkan diri untuk tinggal dan membersihkan semuanya. Tae Mu juga masih ingin menunggu Tae Yong.

Park Ha bertanya kenapa Lee Gak berbohong, kenapa ia menipunya. (bengawanseoul.com)Dari awal ia selalu mempercayainya, ketika ia berkata kalau ia dari Joseon, ia percaya, kemudian ia memberitahunya kalau ia adalah Tae Yong dan ia juga percaya. Tapi sekarang, ia adalah pangeran Joseon, “Mulai saat ini, aku tidak bisa mempercayaimu lagi.”

Park Ha menyeberang lewat jembatan penyeberangan, tapi Lee Gak menyeberang jalan dengan sembrono. Ia hampir tertabrak mobil, karena ia sengaja melakukannya, menyeberang tanpa melihat terlebih dahulu. Di sisi jalan yang lain, Park Ha menjerit dan bertanya apakah ia gila, karena ia bisa mati. Lee Gak, “Sekarang apa kau mempercayaiku?” Park Ha menendangnya dan memintanya untuk tidak melakukan hal itu lagi, “Ucapkan dengan kata-kata karena aku akan mempercayaimu.” Lee Gak tersenyum.

Sena sedang mencuci piring dan Tae Mu memeluknya dari belakang dan bertanya apakah Sena masih marah. Sena mendorongnya dan berkata kalau ia tidak marah. Tae Mu memberitahunya kalau ayahnya akan segera merestui hubungan mereka dan menyuruh Sena untuk bersabar. Sena berkata kalau ia akan berubah jika Tae Mu berubah. Tae Mu pun berjanji dan ia tidak ingin mengecewakan Sena.

Park Ha memarahi Lee Gak karena ia bisa mati gara-gara makan kepiting itu hanya untuk berpura-pura sebagai Tae Yong, apa itu lebih penting dari hidupnya, “Kenapa? Apa kau memerlukan uang keluarga itu? Ataukah kau butuh akses? Kau tidak memerlukan keduanya.” Lee Gak membenarkan perkataan Park Ha. Park Ha memperingatkannya kalau keluarga itu sangat senang karena mengira Tae Yong sudah kembali. Lee Gak memberitahunya kalau ia perlu berpura-pura menjadi Tae Yong  karena ia ingin bertemu seseorang. Park Ha menanyakan siapa orang itu, tapi Lee Gak tidak mau menjawab.
Sena masuk ke kamar Park Ha dan melihat sketsa Park Ha dengan kupu-kupu kuning. Ia kemudian melihat ponsel Park Ha dan terdapat foto Park Ha bersama Lee Gak. Ia mengira kalau mereka berdua punya hubungan. Tae Mu masuk ke kamar itu juga dan ingin mengantarkan Sena pulang, tapi Sena menolak karena ia ingin pulang naik taksi.

Lee Gak bertanya apa yang dilakukan Park Ha tadi ketika ia tidak bisa bernapas, karena ia tidak bisa mengingatnya. Park Ha  menjelaskan kalau itu adalah pernapasan mulut ke mulut, ia menempelkan mulutnya ke mulut Lee Gak, kemudian meniupkan udara. Tiba-tiba Lee Gak mendapat ide. Ia pura-pura tidak bisa bernapas dan meminta Park Ha untuk memberinya pernapasan mulut ke mulut. Ia mengintip sedikit, ingin tahu reaksi Park Ha. Tapi Park Ha hanya memukulinya dan berkata kalau ia akan mati karena sudah membuatnya takut.
Lee Gak tidak mau menyerah dan mencobanya sekali lagi, tapi Park Ha memukulnya, “Kalau begitu, jangan bernapas!” Ia bisa mati karena marah padanya. Lee Gak kemudian menggodanya kalau mungkin dalam kehidupannya dahulu, ia adalah seorang jendral. Park Ha memukulinya lebih banyak. Di kejauhan, Sena melihat keduanya yang sangat akrab.
Semua berkumpul di rumah atap. Lee Gak berkata kalau mulai sekarang mereka akan tinggal disini dan mereka harus melakukan pekerjaan masing-masing dengan baik. Ia pun memberi tugas, Man Bo harus mengurus aktivitas rumah ini, Chi San mengurus keuangan rumah tangga dan Yong Sul harus menjaga rumah ini setiap saat. 

Karena Park Ha bukan pemilik rumah ini lagi, maka ia harus memasak, mencuci, membersihkan rumah dan tidak boleh malas mengerjakannya, memastikan kalau Lee Gak bisa hidup nyaman tanpa mengeluh. Park Ha heran kenapa ia harus melakukannya.(bengawanseoul.com) Lee Gak mengingatkannya untuk tidak mengeluh. Lee Gak bertanya, “Dimana kau tinggal?” Park Ha : “Disini.” Lee Gak, “Rumah siapa ini?” Park Ha menunjuk ke arah Lee Gak tanpa memandangnya. Lee Gak merasa puas dan menyuruh Park Ha patuh padanya. Chi San kemudian memberitahunya kalau besok ia harus memasak omurice dengan saos yang banyak, sedangkan Yong Sul menyuruhnya supaya tidur dengan nyenyak.

Park Ha tidak bisa tidur dan teringat kata-kata Lee Gak kalau ia datang kesini untuk bertemu dengan seseorang.

Hari berikutnya, Park Ha pergi ke perpustakaan. Ia sedang mencari informasi tentang Lee Gak. Ia membaca  sebuah buku dan terlihat sedih. Ia pun segera menutup buku itu.
Pyo bertemu dengan Lee Gak. Lee Gak bertanya padanya apa yang terjadi ketika ia menghilang. Pyo bertanya bagaimana bisa ia mempercayainya. Lee Gak menjawab karena nenek mempercayainya. Pyo memberitahunya kalau ia yakin dua tahun yang lalu Tae Mu bertemu dengannya di Amerika, tapi ia berbohong kalau ia tidak bisa menemuinya. Lee Gak teringat ketika Tae Mu berkata kalau ia tidak pernah percaya kalau dirinya adalah Tae Yong. Pyo meneruskan kalau ia tidak tahu apa hubungan antara kebohongan Tae Mu dan menghilangnya Lee Gak, yang jelas, Lee Gak harus berhati-hati terhadap Tae Mu, mungkin ia tahu sesuatu atau malah melakukan sesuatu pada Tae Yong. Lee Gak teringat ketika Tae Mu menyuruhnya makan kepiting semalam.

Pyo dan Lee Gak bertemu dengan Tae Mu serta ayahnya. Pyo berkata dengan bahasa informal kalau ayah semakin gemuk saja. Ayah Tae Mu marah karena Pyo berani menggunakan bahasa informal padanya. Pyo pun memanggil namanya, “Apa kau mendapatkan jabatan ini karena kemampuanmu?”  Ayah menyuruh Tae Yong supaya tidak bergaul dengan Pyo. 

Tae Mu bertanya pada Tae Yong apa ia sedang mengalami masa yang berat. Lee Gak dengan tenang menjawab kalau Tae Mulah yang sedang mengalami hal yang berat. Tae Mu tidak mengerti apa maksud perkataannya, tapi Lee Gak hanya menjawab kalau Tae Mu tahu apa yang mereka berdua maksudkan.  Mereka pun saling menatap. Setelah mereka sendirian, Pyo berkomentar kalau Lee Gak terlalu berani. Lee Gak berkata kalau ia hanya ingin tahu bagaimana reaksi Tae Mu.

Ayah Tae Mu memberitahu nenek kalau besok Tae Mu akan kencan buta dengan putri seorang presdir. Mereka sangat senang dan nenek kemudian menyuruh Sena duduk. Ia bertanya apa Sena sedang berkencan dengan seseorang. Sena menjawab kalau ia tidak berkencan. Nenek sangat senang dan bertanya apa yang ia pikirkan tentang Tae Yong. (bengawanseoul.com)Bibi juga setuju kalau Tae Yong sangat serasi bila bersama dengan Sena. Bibi bertanya apa Sena tertarik pada Tae Yong. Nenek menyuruhnya untuk menjawab. Sena memandang Tae Mu kemudian memberitahu mereka kalau ia tidak tahu harus menjawab apa. Nenek mendesah kalau itu artinya ia menyukai Tae Yong, dan ia akan menyemangatinya. Tae Mu terlihat marah ketika Sena tersenyum.

Sinopsis Rooftop Prince Episode 08

Tae Mu memanggil Sena ke kantornya. Ia memberinya tiket konser. Sena berkata kalau ia tidak menontonnya. Tae Mu berkata kalau tiket itu untuk pertunjukkan besok jam 5 sore. Sena bertanya, bukankah saat itu ia harus kencan buta. Tae Mu memberitahunya kalau ia memesannya karena tujuan tertentau. Sena akan tahu perasaannya ketika ia melihat besok ia akan pergi ke mana, ke kencan butanya apa menemani Sena melihat pertunjukkan musik.
Park Ha duduk dipinggir sungai dengan sedih. Ia kemudian mendapat telpon dari ibu Sena.

Park Ha bertemu dengan ibu dan membawanya ke rumah. Ibu membawakan banyak lauk karena Park Ha tinggal dengan penyewa kamar di rumahnya (Park Ha berbohong kalau keempat pria itu adalah penyewa kamar di rumahnya). Ibu kaget ketika melihat keempat pria itu berdiri didalam rumah. Park Ha berkata kalau ini ibunya, dan Chisan, Man Bo, Yong Sul langsung menyapa sedangkan Lee Gak hanya diam saja. Park Ha memandangnya dengan tajam, sehingga Lee Gak langsung menyapa ibu. Mereka berempat kemudian naik keatas.

Keempat pria itu mendengarkan pembicaraan mereka. Ibu telah membuatkan kencan buta untuknya. Ia harus berhenti menderita, menemukan pria yang baik, menikah dan punya anak. Keempat pria diatas langsung mengulangi kata-kata ibu. Ayah dari pria itu sudah melihat Park Ha beberapa kali dipasar dan ia memilihnya. Park Ha mencoba memberitahu ibu kalau ia tidak mau, tapi ibu menyuruhnya diam. Pria itu adalah seorang guru sekolah dasar. Ia sudah membuat janji, jadi besok Park Ha harus menemuinya.

Ibu kemudian melihat sekeliling rumah atap dan memujinya. Tapi Ia heran kenapa keempat orang itu ada disana. Park Ha memberi isyarat supaya mereka masuk kedalam, tapi Lee Gak memberi isyarat dengan mulutnya kalau rumah ini miliknya dan mereka tetap tidak pergi. Dari keempat orang itu, Yong Sul yang terlihat paling sedih. Chi San menyuruh Man Bo untuk melihat Yong Sul.

Chi San bertanya-tanya, apa pria itu akan menyukai Park Ha. Man Bo berkata pasti ada pria yang punya selera aneh. Mereka kemudian melihat Yong Sul yang duduk dengan cemberut. Man Bo mengajaknya keluar, tapi Yong Sul menolak. Ia berteriak apakah ada aturan kalau ia tidak boleh merasa sakit. Chi San tersenyum dan bercanda  kalau hati Yong Sul yang merasa sakit, itu sakit karena cinta. Yong Sul berdiri dan bertanya dimana ia menyimpan pedangnya. Man Bo langsung menarik Chi San dan menyuruh Yong Sul untuk beristirahat.

Park Ha sedang berolahraga diluar saat Lee Gak mendekatinya. Park Ha bertanya apa ia tidak berolahraga. Lee Gak berkata kalau ini caranya berolahraga dengan berjalan hilir mudik. Ia kemudian balas bertanya apa yang Park Ha lakukan. (bengawanseoul.com)Park Ha berkata kalau ia sedang berolahraga supaya terlihat kurus karena besok ia akan kencan buta. Lee Gak mengeluarkan yogurtnya dan bertanya apa Park Ha berpikir kalau ia akan bertemu dengan orang yang baik. Park Ha menjawab kalau ibu memberitahunya kalau ia adalah pria yang baik. Lee Gak bertanya lagi, jika ia pergi kencan buta, apa itu artinya ia akan menikah. Park Ha menjawab, jika kencannya berhasil, mungkin mereka bisa menikah dalam satu bulan. Park Ha menambahkan kalau ia akan berdoa supaya pria yang baik akan muncul. Lee Gak meminum yogurtnya dan meremukkan botol plastik itu dengan penuh kemarahan.

Park Ha berdandan untuk kencan butanya, tapi ia hanya memakai jeans. Lee Gak menunggu ditangga kemudian turun ketika ia keluar. Lee Gak bertanya apa ia akan pergi ke pasar. Park Ha bertanya apa ia terlihat seperti akan pergi ke pasar. Lee Gak heran, bagaimana bisa ia pergi kencan dengan baju seperti itu. Park Ha berkata ketika ia melihat ke kaca ia terlihat cantik. Sebagai orang yang tinggal serumah dengannya, ia tidak akan tahan ketika melihat Park Ha dipermalukan dan direndahkan. Park Ha ingin tahu apa ada yang salah dengan bajunya. Lee Gak memandang ketiga pria yang lain dan mereka semua memberikan jempolnya ke bawah.

Lee Gak dan lainnya membawanya untuk membeli baju. Yong Sul yang bertepuk tangan paling keras ketika Park Ha keluar dengan memakai baju baru. Man Bo dan Chi San memberinya jempol, tapi Lee Gak tidak suka. Ketika Park Ha mengenakan baju yang lebih indah, Lee Gak tersenyum. Ia kemudian memberikan kartu kreditnya dan berkata pada pelayan toko kalau ia membeli semua baju yang dicoba Park Ha. Park Ha tidak setuju dan menyuruhnya untuk membungkus baju terakhir saja, Lee Gak, “Kau pikir kau akan berhasil hanya dengan satu kencan buta?” Ia kemudian menyuruh pelayan toko itu mengingat wajah Park Ha dan memastikan supaya ia tidak mengembalikan baju-baju itu.
Mereka kemudian membeli sepatu dan ketika Park Ha mencoba sepasang high heels, ia hampir terjatuh.

Ketika Lee Gak membawanya ke salon, Park Ha malah tertidur. Lee Gak kemudian membangunkannya dan menyuruhnya untuk tidak berteriak pada teman kencannya.

Park Ha bertemu dengan teman kencannya (Song Jae Hee). Pria itu bertanya apa nama panggilannya Park Ha dan menebaknya, “Permen mint (Park Ha).” Ia kemudian berkata kalau nama panggilannya Heo Yeom, karena sejak kecil, wajahnya begitu putih.

Ternyata Man Bo, Chi San dan Yong Sul melihat mereka dari meja yang lain. Mereka dikirim oleh Lee Gak untuk memata-matai mereka. (bengawanseoul.com)Yeom bertanya apa Park Ha suka nonton film. Park Ha membenarkan. Yeom memandang trio itu dan berkata kalau ia juga suka film. Park Ha merasa gelisah karena mereka bertiga ada disana.

Chi San mengsms Lee Gak dan memberitahunya kalau pria itu tinggi dan tampan. Beberapa saat kemudian ia melapor lagi kalau pria itu berkata kalau Park Ha cantik dan ia menyukainya, bahkan ia sudah meneteskan air liur. Lee Gak merasa marah dan memberi makan ikan untuk mengalihkan pikirannya.
Chi San melapor lagi kalau mereka akan menonton film. Lee Gak tidak tahan lagi dan langsung mengsms Park Ha menyuruhnya pulang untuk memberi makan ikan. Park Ha minta maaf pada Yeom karena tiba-tiba ada urusan penting yang harus dilakukannya. Ketika Park Ha pergi, Yeom memandang ketiga pria yang sedari tadi memata-matai mereka.

Lee Gak sedang berada didalam mobil, ia kemudian mengeluarkan tangannya untuk merasakan angin dan terlihat bahagia. Ia terlihat seperti sedang menyetir mobil.

Park Ha sedang menunggu ketika Lee Gak datang dengan mobil putih yang sedang diderek kesana. Lee Gak melambaikan tangannya. Ia ingin Park Ha mengajarinya menyetir mobil. Ia adalah orang yang mudah belajar, jadi Park Ha pasti mudah mengajarinya.

Lee Gak mencengkeram setir dengan gelisah dan Park Ha menghidupkan mobil. Park Ha mulai mengajarinya dan Lee Gak menyetir dengan begitu lambat yang diekspresikan dengan gambar ulat . Park Ha menjadi tidak sabar dan menyuruhnya lebih cepat. Ketika Park Ha menyuruhnya untuk menyalakan lampu sein, lee Gak malah menyalakan wiper, Lee Gak beralasan kalau ia tidak bisa melihat dengan jelas, makanya ia menyalakan wiper. Park Ha kemudian mengajarinya memarkir mobil, tapi mobilnya malah berhenti. Lee Gak bingung dan Park Ha menjadi tidak sabar dan memarahinya. Lee Gak balas berteriak, “Memangnya kau bisa menyetir sejak lahir?” Park Ha menjawab kalau ia tidak bisa menyetir dalam keadaan marah. Lee Gak kemudian mencoba memarkir mobil lagi, ternyata kejadiannya sama saja. Park Ha tambah marah dan menyuruh Lee Gak keluar, dan memarkir mobil dengan mudah.

Lee Gak berkata jika ia hidup di Joseon, maka ia tidak akan langsung bisa menunggang kuda. Park Ha berkata kalau itu mudah, ia tinggal naik dan kudanya akan tahu kemana ia akan pergi. Ia akan berteriak “yeeee”, kudanya akan berjalan dan berkata “whoah” kudanya pun berhenti.

Akhirnya, Lee Gak mengajaknya naik kuda. Ketika Park Ha ada diatas kuda, ia jadi ketakutan. Lee Gak menyindirnya, bukankah tadi ia bilang kalau menunggang kuda itu mudah. Ia juga menyuruhnya untuk tidak gemetar karena kuda itu tidak akan menyukainya. Lee Gak duduk dibelakangnya, kemudian kuda itu mulai berjalan.

Saat mereka berkuda, Lee Gak bertanya tentang Yeom. Park Ha berkata kalau ia adalah orang yang baik dan tidak suka menyuruh-nyuruhnya. Lee Gak bertanya orang macam apa yang disukainya, Park Ha menjawab orang yang menyenangkan.  (bengawanseoul.com)Lee Gak bertanya lagi, ia suka pria yang tinggi atau pendek, Park Ha menjawab kalau ia suka pria yang tinggi. Lee Gak, “Kau suka yang berambut panjang atau pendek?” Park Ha menjawab kalau rambut pendek lebih baik daripada panjang. Ketika Lee Gak bertanya lagi, Park Ha tidak mau menjawab, karena kesal, Lee Gak membuat kuda itu berderap agar Park Ha ketakutan.
Tae Mu sedang menunggu di tempat konser, Sena datang terlambat. Tae Mu bertanya kenapa ia tidak datang saat konser dimulai. Sena bertanya bagaimana ia berpikir kalau ia akan datang dan menyuruhnya pulang. Tae Mu tidak mau, ia sudah mempertaruhkan semuanya, bagaimana ia bisa pulang.

Mereka pun makan malam, ponsel Tae Mu berbunyi, tapi ia tidak mengangkatnya. Ia memberitahu Sena kalau ini pertama kalinya ia melawan ayahnya dan mungkin ayahnya akan membuangnya. Ia sudah mempertaruhkan segalanya demi Sena. Sena bertanya, bagaimana jika setelah itu ia mengkhianatinya. Tae Mu menjawab kalau ia akan kehilangan segalanya, “Aku akan membuatmu tidak bisa melarikan diri.”

Nenek memanggil Park Ha dan bertanya kemana mereka pergi ketika pesta pindah rumah kemarin. Park Ha memberitahu nenek kalau mereka mengobrol diluar dan kemudian minta maaf karena membuat mereka menunggu. Nenek sebenarnya tidak suka Tae Yong tinggal diluar, tapi ini ia lakukan supaya Tae Yong bisa mengingat kembali  semuanya. Ia kemudian bertanya apa park Ha menyukai Tae Yong. Park Ha menjawab kalau ia tidak menyukainya. Nenek terlihat lega.

Lee Gak meminta Sena untuk mengajarinya squash. Sena mau mengajarinya tapi hari ini tidak bisa, ia berjanji akan mengajarinya besok.
Nenek bertanya apa Tae Yong tiba-tiba datang ke tempatnya dan ia tidak tanu  apapun, Nenek menyuruhnya berhati-hati tentang tinggah lakunya dan memerintahkan untuk tidak berkencan dengan Tae Yong.

Man Bo Dan Lee Gak sedang berada di sebuah kafe. Man Bo memperlihatkan video bagaimana bermain squash. Lee Gak pun menontonnya.  Sebuah alat bergetar dan Man Bo berkata kalau ia harus mengambil kopi. Lee Gak memintanya untuk menonton lagi karena itu lebih penting. Man Bo tidak bisa karena alat itu akan terus berbunyi. Lee Gak menyuruhnya untuk mematikannya, tapi Man Bo berkata kalau alat itu tidak bisa dimatikan kecuali diberikan pada yang punya. Lee Gak merasa terkesan dan ingin membelinya.

Lee Gak memberikan alat itu pada Park Ha. Alat itu terus berbunyi walaupun Park Ha menyembunyikannya di berbagai tempat. Akhirnya Park Ha tidak sabar dan menghambur masuk ke dqalam kantor Lee Gak.  Dengan marah ia mengembalikannya. Lee Gak sangat senang karena alat itu bekerja. Park Ha memperingatkannya, jika ia melakukannya sekali lagi, maka ia akan memukul kepalanya hingga bisa bergetar, ia pun segera keluar. Lee Gak mengejarnya dan menyuruhnya membawa alat tsb. Ketika Park Ha tidak mendengarkannya, ia menyumpah kalau ia akan mengusir Park Ha.

Nenek meminta Sena untuk membawakan buku sketsa Tae Yong. Ia ingin Sena melihat bersama Tae Yong dan membicarakannya, siapa tahu ia akan ingat masa lalunya..
Sena pergi ke rumah atap sedangkan Lee Gak sedang berlatih squash.

Sena melihat sketsa Tae Yong dan melihat ada inisial E.O. persis seperti sketsa kupu-kupu Park Ha. Ia pun segera pergi ke kamar Park Ha untuk membuktikannya, ternyata benar, inisialnya sama.

Park Ha pulang ke rumah dan melihat Sena ada dikamarnya. Ia heran kenapa Sena ada disana dan menyuruhnya pergi, karena berbicara dengannya sangat melelahkan. Sena bertanya apa ia takut ketahuan. Kapan ia mulai mengenal Tae Yong. Apakah dari awal ia sudah mengenalnya dan berpura-pura jadi orang baik yang menolong orang yang amnesia agar mendapatkan kompensasi? Park Ha menyuruh Sena pergi dari kamarnya.

Sena melemparkan buku sketsa Tae Yong dan menyuruhnya melihat kalau dalam sketsa itu ada inisial yang sama dengan inisial di sketsa miliknya. Park Ha melihatnya dan terkejut. Sena tersenyum, dan berkata apa Park Ha marah karena ketahuan. Kenapa ia punya sketsa yang punya inisial sama dengan sketsa Tae Yong?

Park Ha bertemu dengan nenek. Nenek kemudian memeriksa sketsa Tae Yong dan sketsa yang dimiliki Park Ha. Nenek bertanya kapan ia mendapatkannya dan Park Ha menjawab dua tahun yang lalu di Amerika. Nenek menuduhnya sudah mengenal Tae Yong sejak awal. Park Ha berusaha menjelaskan kalau ia tidak tahu. Nenek menjadi marah, “Kau berkata kalau kau tidak mengenalnya saat menyelamatkannya. Kau membuat keluarganya menderita selama 2 tahun dan membuat Tae Yong menderita karena ia tidak tahu jalan pulang.” Park Ha berkeras kalau ia tidak tahu. Nenek menamparnya dan berkata, “Gadis yang mengerikan.” Sena pun menyeringai.

Sekian megenai Sinopsis Rooftop Prince Episode 8 dan semua Sinopsis Rooftop Prince Episode 8 di buat oleh bengawanseoul.com dan Sinopsis Drama Korea Terbaru, baca juga Sinopsis Rooftop Prince Episode 9.